// API callback
related_results_labels({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870"},"updated":{"$t":"2021-07-21T21:25:05.168+07:00"},"category":[{"term":"Headline"},{"term":"sosial"},{"term":"Bandung"},{"term":"nasional"},{"term":"Garut"},{"term":"Sumedang"},{"term":"Pendidikan"},{"term":"Politik"},{"term":"ekonomi"},{"term":"Hukum"},{"term":"Bogor"},{"term":"Cirebon"},{"term":"Hankam"},{"term":"Muda"},{"term":"sukabumi"},{"term":"Tasikmalaya"},{"term":"Bekasi"},{"term":"Pangandaran"},{"term":"Ciamis"},{"term":"Cianjur"},{"term":"Karawang"},{"term":"Purwakarta"},{"term":"Cimahi"},{"term":"Depok"},{"term":"persib"},{"term":"Jabar"},{"term":"Majalengka"},{"term":"Subang"},{"term":"agama"},{"term":"jabar 3"},{"term":"jabar 4"},{"term":"Banjar"},{"term":"Indramayu"},{"term":"Priangan"},{"term":"olahraga"},{"term":"Haeadline"},{"term":"Unik"},{"term":"jabar 2"},{"term":"jabar 5"}],"title":{"type":"text","$t":"Berita Jabar Online"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Informasi Seputar Jawa Barat"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/-\/Pendidikan?alt=json-in-script\u0026max-results=8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/search\/label\/Pendidikan"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"},{"rel":"next","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/-\/Pendidikan\/-\/Pendidikan?alt=json-in-script\u0026start-index=9\u0026max-results=8"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"19"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-7529160149887398701"},"published":{"$t":"2018-04-07T20:32:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2018-04-09T00:51:41.663+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Bandung"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"}],"title":{"type":"text","$t":"Komunitas Parku Sebuah Wadah Anak Muda Keren Yang Suka Buku"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ccenter\u003E\u003Cimg src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-H1EiHl8PcGk\/WsjIftDOmNI\/AAAAAAAAB3Y\/M9HO_NakHdY5Xp5S6qIvuwL-6ucgIXyiQCHMYCw\/s640\/%255BUNSET%255D\" alt=\"\" width=\"320\" height=\"240\"\u003E\u003C\/center\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBandung- Kota kembang dikenal sebagai sebuah kota yang banyak dihuni insan kreatif. Beragam aktifitas kreatif banyak dan sangat mudah ditemui di beberapa lokasi di penjuru kota.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMulai dari sekitar gedung merdeka jalan asia afrika yang banyak dihiasi para penyuka \"cosplay\" hingga di kawasan car free day dago jalan juanda yang banyak menampilkan beragam komunitas, sebutlah parku salah satunya.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EHari ahad 25 maret 2018 kemarin di salah satu sudut trotoar jalan ir juanda dago, nampak anak muda keren berkerumun merapikan dan menyusun buku di atas tikar dan meja di depan SMAN 1 BDG.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EKetika dihampiri di meja kecil, tertulis parku community.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMenurut ajay selaku koordinator, parku merupakan kependekan ngampar buku alias menggelar buku-buku di tikar. Komunitas keren ini hadir sebagai wadah bagi anak muda keren nan gaul yang menyenangi dunia literasi alias dunia perbukuan.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EDi komunitas parku ini tepat bagi kamu untuk berbagi dan berbincang buku, karena di sini juga rutin diadakan bincang buku. Baik buku sastra, agama maupun sejarah akan dikupas dikuliti dan tentunya dibedah hingga kita mengerti pesan apa yang ingin disampaikan si penulis buku.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EKomunitas ini sangat pas juga bagi kita yang menyenangi sastra dan puisi, karena di sini juga menurut pengakuan ajay akan di buka kelas puisi. Dalam kelas tersebut menjadi sebuah ajang belajar menulis puisi sekaligus saling mengapresiasi karya puisi diantara anggota komunitas.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EMenurut ajay komunitas ini menganut sejenis perpustakaan bergerak, jadi mereka akan berkeliling di seputaran bandung baik di taman kota atau bahkan masjid-masjid.\u0026nbsp;\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\"Tapi jangan khawatir kita tiap hari juga hadir di classcoffe jalan PHH Mustofa No.170 Bandung\", pungkas ajay.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003EBagi kamu yang berminat jadi anggota atau pun relawan komunitas parku ini bisa memfollow ig mereka di @komunitasparku.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E\u003Cbr\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv\u003E(Rmd)\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/7529160149887398701\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2018\/04\/komunitas-parku-sebuah-wadah-anak-muda.html#comment-form","title":"1 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/7529160149887398701"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/7529160149887398701"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2018\/04\/komunitas-parku-sebuah-wadah-anak-muda.html","title":"Komunitas Parku Sebuah Wadah Anak Muda Keren Yang Suka Buku"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-H1EiHl8PcGk\/WsjIftDOmNI\/AAAAAAAAB3Y\/M9HO_NakHdY5Xp5S6qIvuwL-6ucgIXyiQCHMYCw\/s72-c\/%255BUNSET%255D","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"1"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-404042885119459642"},"published":{"$t":"2016-10-17T15:39:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2016-10-17T15:42:02.998+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Bandung"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"}],"title":{"type":"text","$t":"Viral di Medsos, Suami-Istri Asal Bandung Ini Dipuji Bikin Perpustakaan di Angkot"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\u003Cdiv xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/1999\/xhtml\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-lx7o8koYiEw\/WASOWUKHSTI\/AAAAAAAABoU\/x0R0-oZweeM\/s2560\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" onblur=\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"360\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-lx7o8koYiEw\/WASOWUKHSTI\/AAAAAAAABoU\/x0R0-oZweeM\/s640\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" style=\"display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003EPasangan suami-istri di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mendapat pujian di media sosial (medsos). Bagaimana tidak? Mereka menggagas ide membuat perpustakaan kecil di dalam angkot. Seperti apa?\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EAdalah Elis Ratna Suminar (30) yang pertama kali memposting hal ini di akun Facebook-nya seperti dilihat pada Senin (17\/10\/2016). Dia dan suaminya seorang sopir angkot bernama Muhammad Pian Sopian (38) bersama-sama menggagas ide membuat angkot pustaka.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDi Facebook-nya, Elis tampak mengunggah foto-foto sebuah angkot warna hijau jurusan Soreang-Leuwi Panjang. Di bagian belakang angkot itu, tampak sebuah rak kecil berisi buku-buku bacaan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBukunya beragam, mulai dari novel, cerita fiksi dan ilmiah, buku agama dan lainnya. Di kaca angkot di atas rak buku itu, ada tulisan 'baca buku gratis'.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Daripada mengeluh karena macet di seputar Jalan Raya Kopo Leuwi panjang, yuk naik angkot, sambil membaca buku gratis tidak dipungut biaya,\" tulis Elis. \"Super terima kasih untuk suamiku, yang telah sama-sama bergerak dalam mewujudkan mimpi. Demi Bandung yang Literat,\" sambungnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPostingan Elis ini pun langsung menjadi viral di medsos. Banyak netizen yang memuji kreativitas pasangan ini dalam menumbuhkan minat baca warga Kabupaten Bandung. Tak sedikit yang mengungkap terharu melihat kepedulian keduanya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDihubungi detikcom lewat telepon pagi ini, Elis tak menyangka idenya bersama suami itu akan mendapat sambutan positif. Menurutnya, angkot pustaka itu sudah sekitar 2 bulan ini berjalan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Itu sudah visi misi kita berdua sejak lama. Baru belakangan ini bisa terwujud,\" ujarnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDikisahkan Elis, suaminya ingin membuat perpustakaan mini di angkot karena terinspirasi dirinya. Elis sehari-hari memang bekerja sebagai pustakawati di SDN Cisalak, Kecamatan Cangkuang, Kabupaten Bandung. Elis juga sudah lama menjalankan program perpustakaan keliling menggunakan sepeda motornya dari desa ke desa.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Kata suami saya, 'kenapa teteh saja yang bergerak. Saya juga mau terlibat, biar masyarakat minat bacanya tinggi',\" ujar Elis menirukan ucapan suaminya saat itu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMenurut Elis, dengan adanya buku-buku bacaan di dalam angkot suaminya itu mendapat respons positif dari masyarakat. Para penumpang angkot menurutnya sangat senang karena bisa membaca buku selagi di dalam angkot, apalagi saat terjebak kemacetan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Bahkan beberapa kali ada penumpang yang kebablasan turunnya karena keasyikan membaca,\" ujarnya seraya tertawa. Elis mengatakan, setiap hari koleksi buku di dalam angkot suaminya selalu diganti agar penumpang tidak bosan. Bahkan pernah pula ada penumpang yang memesan agar dibawakan buku bacaan tertentu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E(Det171016)\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/404042885119459642\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/10\/viral-di-medsos-suami-istri-asal.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/404042885119459642"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/404042885119459642"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/10\/viral-di-medsos-suami-istri-asal.html","title":"Viral di Medsos, Suami-Istri Asal Bandung Ini Dipuji Bikin Perpustakaan di Angkot"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-lx7o8koYiEw\/WASOWUKHSTI\/AAAAAAAABoU\/x0R0-oZweeM\/s72-c\/%25255BUNSET%25255D.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-5747820365173318862"},"published":{"$t":"2016-10-05T23:02:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2016-10-05T23:05:06.248+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"}],"title":{"type":"text","$t":"Hore, Guru Honorer SMA\/SMK Di Jabar Akan Digaji Sesuai UMK Setempat"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\u003Cdiv xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/1999\/xhtml\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-iWoMFZOpRI0\/V_UkIF62tvI\/AAAAAAAABiE\/oPacgqZPQho\/s2560\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" onblur=\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"367\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-iWoMFZOpRI0\/V_UkIF62tvI\/AAAAAAAABiE\/oPacgqZPQho\/s640\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" style=\"display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003EPemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggaji guru honorer SMA\/SMK seiring alih kelola SMA\/SMK dari pemerintah kota dan kabupaten ke pemerintah provinsi pada 2017. Saat ini sebanyak 20.093 guru honorer SMA\/SMK dilimpahkan ke provinsi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EGubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, kehadiran guru honorer tersebut jadi bahan pemikiran mereka terlebih masalah haknya. Pihaknya akan menggaji mereka sesuai dengan besaran UMK setempat. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ENamun, sebelum itu pihaknya akan melakukan verifikasi. Contohnya banyaknya jam mengajar dalam satu pekan.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Kami akan memikirkan mereka, kita verifikasi dulu. Nanti yang diberi gaji itu yang ngajar sebagaimana PNS. Minimal 24 jam\/seminggu mengajar. Gajinya setara dengan UMK daripada sekarang tidak jelas,\"ujar dia, di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMenurut dia, penggajian tersebut lebih adil dan manusiawi untuk pada guru honorer. Adapun penganggarannya akan mulai seiring dengan dijalannkannya alih kelola SMA\/SMK tahun 2017.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESementara itu, untuk guru PNS SMA\/SMK dengan peralihan tersebut, pemerintah provinsi akan menambah TPP. Untuk penggajian mereka berasal dari DAU. \"Untuk TPP yang pasti nambah. Yang jelas untuk DAU itu untuk gaji guru-guru PNS. Kita akan nambah sekian triliun,\" kata dia.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESaat ini pihaknya tengah dalam proses penyerahan personel, sarana dan prasarana, serta dokumen (P2D). Saat ini sudah ditandatangani tapi belum lengkap.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EIa menambahkan, selain gaji honorer dan guru SMK\/SMA, pemprov pun berencana memberikan tunjangan kemahalan. Artinya tunjangan yang diberikan guru berdasarkan pengabdiannya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Tunjangan kemahalan guru di Bandung nantinya lebih kecil daripada di Pameungpeuk Garut. Idealnya begitu. Tapi itu nanti dulu, tunjangan kemahalan bisa dijalankan tahun 2018,\"kata dia.***\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E(PRO41016)\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/5747820365173318862\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/10\/hore-guru-honorer-smasmk-di-jabar-akan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/5747820365173318862"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/5747820365173318862"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/10\/hore-guru-honorer-smasmk-di-jabar-akan.html","title":"Hore, Guru Honorer SMA\/SMK Di Jabar Akan Digaji Sesuai UMK Setempat"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-iWoMFZOpRI0\/V_UkIF62tvI\/AAAAAAAABiE\/oPacgqZPQho\/s72-c\/%25255BUNSET%25255D.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-3243609745190503405"},"published":{"$t":"2016-10-02T17:15:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2016-10-02T17:18:35.997+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Bandung"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"}],"title":{"type":"text","$t":"Orangtua Keluhkan Pungutan Dana Awal Tahun SMAN 1 Margaasih Kab Bandung"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\u003Cdiv xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/1999\/xhtml\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-62cybPG86eo\/V_DePGjkeuI\/AAAAAAAABgk\/3lW3q030zCg\/s2560\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" onblur=\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"297\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-62cybPG86eo\/V_DePGjkeuI\/AAAAAAAABgk\/3lW3q030zCg\/s640\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" style=\"display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003ESEJUMLAH orangtua siswa Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Margaasih, Kabupaten Bandung, mengeluhkan pungutan Dana Awal Tahun (DAT) sebesar Rp350 ribu\/orang, tanpa ada pemberitahuan sebelumnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EOrangtua siswa kelas 12 yang meminta tidak disebutkan namanya mengatakan, pungutan ituberawal dari surat pemberitahuan pelaksanaan Ujian Tengah Semester (UTS) dari pihak sekolah. Dalam surat tersebut dicantumkan pula rincian Dana Kesiswaan Rp 200 ribu, Pramuka Rp 50 ribu, asuransi Rp 50 ribu dan infak Rp 50 ribu.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Dalam surat pemberitahuan itu ada catatan, sebelum mengikuti UTS harus lebih dulu menyelesaikan pembiayaan DAT kebagian administrasi. Itu menjadi syarat pengambilan kartu UTS. Kalau belum bayar siswa tidak bisa ikut UTS. Ini 'kan tidak bener. Kok memungut dana dari siswa tanpa ada pemberitahuan sebelumnya. Dengan alasan, katanya, ini sudah disepakati oleh Komite Sekolah,\" ujar orangtua siswa itu di Margaasih, Minggu (2\/10\/2016).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESelain dianggap mendadak serta berimbas pada pelarangan siswa mengikuti UTS bagi yang belum membayar, pungutan tersebut pun dinilanya sangat mengada-ada. Terutama untuk dana infaq yang ditetapkan sebesar Rp 50 ribu per siswa dan dana asuransi. Karena saat diminta penjelasan soal asuransi, pihak sekolah tidak menjelaskannya dengan baik.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Ini juga aneh, ada infak kok nilainya sudah ditetapkan seperti itu. Padahal 'kan yang namanya infak seikhlasnya. 'Kan orang yang ngasih bisa kurang atau bahkan lebih dari itu,\" katanya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKarena itu, ia bersama sejumlah orangtua siswa lainnya merasa keberatkan dengan adanya pungutan sepihak itu. Apalagi, dengan embel-embel siswa terancam tidak bisa ikut ujian ketika belum membayar.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Kalau tidak dibayar anak saya tidak bisa ikut UTS. Selain itu, tentusaja anak saya juga merengek terusminta segera melunasinya, karena dia malu kalau tidak ikut UTS samatemen-temennya. Sebagai orangtuadengan penghasilan pas-pasan tentu sangat membingungkan,\" terangnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESumber: galamedia\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/3243609745190503405\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/10\/orangtua-keluhkan-pungutan-dana-awal.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/3243609745190503405"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/3243609745190503405"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/10\/orangtua-keluhkan-pungutan-dana-awal.html","title":"Orangtua Keluhkan Pungutan Dana Awal Tahun SMAN 1 Margaasih Kab Bandung"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-62cybPG86eo\/V_DePGjkeuI\/AAAAAAAABgk\/3lW3q030zCg\/s72-c\/%25255BUNSET%25255D.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-8567214748347615276"},"published":{"$t":"2016-10-01T09:07:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2016-10-01T09:23:35.199+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"nasional"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"}],"title":{"type":"text","$t":"Daftar Kampus Di Jabar dan Nasional Yang Ijazahnya Tak Bisa Ikut Tes CPNS 2016"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Ca href=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-vHc0U6uhGc4\/V-8aeFiwckI\/AAAAAAAABfc\/hCNyuiXS7j0\/s2560\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" onblur=\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"235\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-vHc0U6uhGc4\/V-8aeFiwckI\/AAAAAAAABfc\/hCNyuiXS7j0\/s400\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" style=\"display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003EDi tahun 2016 ini ada 243 ijazah kampus yang tak bisa digunakan mendaftar sebagai Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EHal itu disampaikan oleh Dirjen Kelembagaan Ilmu Pengetahuan Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti), Patdono Suwignjo.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EIni daftar 243 Perguruan Tinggi Tak Bisa Ikut Tes CPNS\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Aceh*\u003Cbr \/\u003E16. Akademi Kebidanan Meuligoe Nur Amin\u003Cbr \/\u003E17. Akademi Kebidanan Medica Bakti Nusantara\u003Cbr \/\u003E18. Akademi Keuangan Perbankan Nasional\u003Cbr \/\u003E19. Akademi Pertanian Iskandar Muda\u003Cbr \/\u003E20. Akademi Teknik Iskandar Muda\u003Cbr \/\u003E21. STIKES Bustanul Ulum Langsa\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Sumatera Utara*\u003Cbr \/\u003E10. STIT Al-Hikmah Tebing Tinggi\u003Cbr \/\u003E11. STAI Al-Ikhlas Sidikalang, Dairi\u003Cbr \/\u003E217. Politeknik Wilmar Busnis Indonesia\u003Cbr \/\u003E218. Politeknik Yanada\u003Cbr \/\u003E219. Politeknik Trijaya Krama\u003Cbr \/\u003E220. Politeknik Tugu 45 Medan\u003Cbr \/\u003E221. Politeknik Profesional Mandiri\u003Cbr \/\u003E222. Akademi Kebidanan Eunice Rajawali Binjai\u003Cbr \/\u003E223. Akademi Kebidanan Dewi Maya\u003Cbr \/\u003E224. Akademi Kesehatan Lingkungan Binalita Sudama\u003Cbr \/\u003E225. Akademi Kebidanan Jaya Wijaya\u003Cbr \/\u003E226. AMIK Intelcon Global Indo Kisaran\u003Cbr \/\u003E227. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Medan\u003Cbr \/\u003E228. AMIK Stiekom Sumatera Utara\u003Cbr \/\u003E229. Akademi Sekretari Manajemen Lancang Kuning\u003Cbr \/\u003E230. Akademi Teknologi Lorena\u003Cbr \/\u003E231. Akademi Manajemen Gunung Leuser\u003Cbr \/\u003E232. Akademi Pertanian Gunung Sitoli\u003Cbr \/\u003E233. Akademi Keuangan Perbankan Swadaya Medan\u003Cbr \/\u003E234. Sekolah Tinggi Kelautan dan Perikanan Indonesia\u003Cbr \/\u003E235. STIE Riama\u003Cbr \/\u003E236. Sekolah Tinggi Teknik Graha Kirana\u003Cbr \/\u003E237. Sekolah Tinggi Teknik Pelita Bangsa\u003Cbr \/\u003E238. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Benteng Huraba\u003Cbr \/\u003E239. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Swadaya Medan\u003Cbr \/\u003E240. STIE Swadaya Medan\u003Cbr \/\u003E241. STKIP Riama\u003Cbr \/\u003E242. Universitas Setia Budi Mandiri\u003Cbr \/\u003E243. Universitas Preston Indonesia\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Sumatera Barat*\u003Cbr \/\u003E31. Politeknik Tri Dharma\u003Cbr \/\u003E39. Akademi Bahasa Asing Alaska Padang\u003Cbr \/\u003E40. Akademi Teknik Taman Siswa\u003Cbr \/\u003E41. Akademi Teknologi Pratama\u003Cbr \/\u003E44. Akademi Sekretari dan Manajemen Indonesia Padang\u003Cbr \/\u003E45. Akademi Koperasi Sumbar\u003Cbr \/\u003E52. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Sumbar\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Riau*\u003Cbr \/\u003E37. Akademi Keselamatan dan Kesehatan Kerja Pekanbaru\u003Cbr \/\u003E46. STIE Prakarti Mulya\u003Cbr \/\u003E47. STIE Widyaswara Indonesia\u003Cbr \/\u003E48. STKIP Widyaswara Indonesia\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Kepulauan Riau*\u003Cbr \/\u003E32. Akademi Akuntansi Permata Harapan Batam\u003Cbr \/\u003E33. Akademi Bahasa Asing Permata Harapan\u003Cbr \/\u003E34. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Gici\u003Cbr \/\u003E36. Akademi Bahasa Asing Tanjung Pinang\u003Cbr \/\u003E49. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Karimun\u003Cbr \/\u003E50. Sekolah Tinggi Teknik Bentara Persada Batam\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Jambi*\u003Cbr \/\u003E3. STIT YAPIMA Muara Bungo\u003Cbr \/\u003E35. Akademi Bahasa Asing Jambi\u003Cbr \/\u003E38. Akademi Telekomunikasi Indonesia Jambi\u003Cbr \/\u003E42. Akademi Sekretari dan Manajemen Jambi\u003Cbr \/\u003E43. Akademi Manajemen Koperasi Graha Karya\u003Cbr \/\u003E51. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Jambi\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Sumatera Selatan*\u003Cbr \/\u003E211. Akademi Kebidanan Sapta Karya\u003Cbr \/\u003E212. Akademi Keperawatan Sapta Karya\u003Cbr \/\u003E213. Akademi Perikanan Wachyuni Mandira\u003Cbr \/\u003E214. Akademi Analis Kesehatan Widya Dharma\u003Cbr \/\u003E215. Akademi Akuntansi Unggulan SMB Palembang\u003Cbr \/\u003E216. STKIP Sera\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Banten*\u003Cbr \/\u003E1. STIT Tangerang Raya Yayasan Purgantorio\u003Cbr \/\u003E134. Akademi Kebidanan Al-Ishlah Cilegon\u003Cbr \/\u003E136. AMIK PGRI Tangerang\u003Cbr \/\u003E146. Akademi Bahasa Asing YPKK Tangerang\u003Cbr \/\u003E147. Akademi Sekretari dan Manajemen Bhakti\u003Cbr \/\u003E149. STIE ISM\u003Cbr \/\u003E160. STMIK Triguna Utama\u003Cbr \/\u003E195. STKIP Suluh Bangsa\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*DKI Jakarta*\u003Cbr \/\u003E2. STAI INSIDA Jakarta Timur\u003Cbr \/\u003E14. STAI Acprilesma Indonesia\u003Cbr \/\u003E15. STEI Tiara Rawamangun\u003Cbr \/\u003E177. Akademik Kebidanan Sulih Bangsa\u003Cbr \/\u003E178. Politeknik Bunda Kandung\u003Cbr \/\u003E179. Akademi Perekam Medis dan Informasi Kesehatan\u003Cbr \/\u003E180. Akademi Sekretari dan Manajemen Pitaloka\u003Cbr \/\u003E181. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Yapri\u003Cbr \/\u003E182. AMIK Mpu Tantular\u003Cbr \/\u003E183. Akademi Akuntansi Bentara Indonesia\u003Cbr \/\u003E184. AMIK Andalan Jakarta\u003Cbr \/\u003E185. Akademi Sekretaris ISWI Jakarta\u003Cbr \/\u003E186. Akademi Pertamanan Interstudi\u003Cbr \/\u003E187. Akademi Sekretari dan Manajemen Purnama\u003Cbr \/\u003E188. Akademi Keuangan dan Perbankan LPI\u003Cbr \/\u003E189. Akademi Keuangan dan Perbankan YPK\u003Cbr \/\u003E190. Akademi Akuntansi Artawiyata Indonesia LPI\u003Cbr \/\u003E191. STMIK Eresha\u003Cbr \/\u003E192. Sekolah Tinggi Desain Interstudi\u003Cbr \/\u003E193. STIE Santa Ursula\u003Cbr \/\u003E194. STIBA Indonesia LPI\u003Cbr \/\u003E196. STIE Dwipa Wacana\u003Cbr \/\u003E197. STKIP Albana\u003Cbr \/\u003E198. STIE Ganesha\u003Cbr \/\u003E199. Sekolah Tinggi Manajemen Imni\u003Cbr \/\u003E200. STISIP Pusaka Nusantara\u003Cbr \/\u003E201. Sekolah Tinggi Teknologi Kelautan Hatawana\u003Cbr \/\u003E202. Sekolah Tinggi Manajemen Industri Indonesia\u003Cbr \/\u003E203. Sekolah Tinggi Teknologi Indonesia\u003Cbr \/\u003E204. STIE Nasional Indonesia\u003Cbr \/\u003E205. Sekolah Tinggi Keuangan Niaga \u0026amp; Negara Pembangunan\u003Cbr \/\u003E206. Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Yapann\u003Cbr \/\u003E207. STKIP Purnama\u003Cbr \/\u003E208. Universitas Kejuangan 45 Jakarta\u003Cbr \/\u003E209. Universitas Islam Attahiriyah\u003Cbr \/\u003E210. Universitas Ibnu Chaldun\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Jawa Barat*\u003Cbr \/\u003E9. STAI Azzakiyah Ujungberung Bandung\u003Cbr \/\u003E130. Politeknik LP3I Bandung\u003Cbr \/\u003E131. Politeknik Manufaktur Igasa Pindad\u003Cbr \/\u003E132. Politeknik Industri dan Niaga Bandung\u003Cbr \/\u003E133. Akademi Refraksi Optisi Polycore Indonesia\u003Cbr \/\u003E135. Akademi Teknologi Telekomunikasi Bandung\u003Cbr \/\u003E137. Akademi Surtasdal-As Bogor\u003Cbr \/\u003E138. Akademi Teknologi Aeronautika Siliwangi\u003Cbr \/\u003E139. Akademi Akuntansi Era 2020\u003Cbr \/\u003E140. Akademi Komunikasi Radio dan Televisi Hutama\u003Cbr \/\u003E140. Akademi Komunikasi Radio dan Televisi Hutama\u003Cbr \/\u003E141. Akademi Teknologi Bandung\u003Cbr \/\u003E142. Akademi Sekretari dan Manajemen Al-Ma’soem\u003Cbr \/\u003E143. Akademi Teknologi Patriot\u003Cbr \/\u003E144. Akademi Kesenian Bogor\u003Cbr \/\u003E145. Akademi Pariwisata Tadika Puri\u003Cbr \/\u003E148. Akademi Manajemen Informatika dan Komputer Yasika\u003Cbr \/\u003E150. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Hidayatullah Depok\u003Cbr \/\u003E151. Sekolah Tinggi Teknologi Muhammadiyah Karawang\u003Cbr \/\u003E152. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Gici\u003Cbr \/\u003E153. Sekolah Tinggi Teknologi Pratama Adi\u003Cbr \/\u003E154. Sekolah Tinggi Teknologi Geusan Ulun\u003Cbr \/\u003E155. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bakti Indonesia\u003Cbr \/\u003E156. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Dharma Andhiga\u003Cbr \/\u003E157. Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Bekasi\u003Cbr \/\u003E158. Sekolah Tinggi Teknologi Mitra Karya\u003Cbr \/\u003E159. Sekolah Tinggi Teknologi Telematika Cakrawala\u003Cbr \/\u003E161. STMIK Padjadjaran\u003Cbr \/\u003E162. Sekolah Tinggi Teknik Cikarang\u003Cbr \/\u003E163. Sekolah Tinggi Teknologi Nasional Bandung\u003Cbr \/\u003E164. Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Budi Bakti\u003Cbr \/\u003E165. Sekolah Tinggi Teknologi Ar-rahmah Cianjur\u003Cbr \/\u003E166. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Putra Banjar\u003Cbr \/\u003E167. STISIP Bina Putera Banjar\u003Cbr \/\u003E168. Sekolah Tinggi Ilmu Teknik Bina Putra\u003Cbr \/\u003E169. STIE Tribuana Tambun\u003Cbr \/\u003E170. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Cirebon\u003Cbr \/\u003E171. STIE Dharma Agung Bandung\u003Cbr \/\u003E172. STIE Adhy Niaga\u003Cbr \/\u003E173. STIE Pandu Madania\u003Cbr \/\u003E174. STMIK Mikar\u003Cbr \/\u003E175. Universitas Purwakarta\u003Cbr \/\u003E176. Universitas Majalengka\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Jawa Tengah*\u003Cbr \/\u003E119. Politeknik Surakarta\u003Cbr \/\u003E120. Politeknik Jawa Dwipa\u003Cbr \/\u003E121. AMIK PGRI Kebumen\u003Cbr \/\u003E122  Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Muhammadiyah Cilacap\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*DI Yogyakarta*\u003Cbr \/\u003E123. Akademi Seni Rupa dan Desain Akseri\u003Cbr \/\u003E124. Akademi Teknologi Otomotif Nasional\u003Cbr \/\u003E125. Akademi Sekretari dan Manajemen Indonesia Bantul\u003Cbr \/\u003E126. Akademi Keuangan dan Perbankan YIPK\u003Cbr \/\u003E127. Akademi Bahasa Asing YIPK Yogyakarta\u003Cbr \/\u003E128. Akademi Kesejahteraan Sosial Tarakanita\u003Cbr \/\u003E129. STMIK Pelita Nusantara Yogyakarta\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Jawa Timur*\u003Cbr \/\u003E7. STAI Ar-Rosyid Surabaya\u003Cbr \/\u003E8. STAI Al-Qodiri Jember\u003Cbr \/\u003E13. STAI Raden Qosim Lamongan\u003Cbr \/\u003E93. AMIK Aji Jaya Baya\u003Cbr \/\u003E94. Akademi Pariwisata Bhakti Wiyata\u003Cbr \/\u003E95. Akademi Peternakan PGRI Jember\u003Cbr \/\u003E96. Akademi Bahasa Asing Webb\u003Cbr \/\u003E97. Akademi Teknik Nasional Sidoarjo\u003Cbr \/\u003E98. Akademi Teknologi Industri Tekstil Surabaya\u003Cbr \/\u003E99. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemuda\u003Cbr \/\u003E100. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pemnas Indonesia\u003Cbr \/\u003E101. Sekolah Tinggi Teknik Widya Darma\u003Cbr \/\u003E102. Sekolah Tinggi Teknik Budi Utomo\u003Cbr \/\u003E103. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sunan Giri\u003Cbr \/\u003E104. STKIP Tri Bhuwana\u003Cbr \/\u003E105. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Pariwisata Satya Widya\u003Cbr \/\u003E106. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Artha Bodhi Iswara\u003Cbr \/\u003E107. Institut Sains dan Teknologi Palapa\u003Cbr \/\u003E108. IKIP PGRI Jember\u003Cbr \/\u003E109. IKIP Budi Utomo\u003Cbr \/\u003E110. Institut Teknologi Pembangunan Surabaya\u003Cbr \/\u003E111. Universitas Kahuripan Kediri\u003Cbr \/\u003E112. Universitas Cakrawala\u003Cbr \/\u003E113. Universitas PGRI Ronggolawe\u003Cbr \/\u003E114. Universitas Nusantara PGRI Kediri\u003Cbr \/\u003E115. Universitas Teknologi Surabaya\u003Cbr \/\u003E116. Universitas Bondowoso\u003Cbr \/\u003E117. Universitas Mochammad Sroedji\u003Cbr \/\u003E118. Universitas Darul ulum\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Bali*\u003Cbr \/\u003E89. Sekolah Tinggi Teknologi dan Kejuruan Gianyar\u003Cbr \/\u003E90. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Jembrana\u003Cbr \/\u003E91. Sekolah Tinggi Ilmu Teknologi Kelautan\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Nusa Tenggara Barat*\u003Cbr \/\u003E12. STAI Sultan Abdul Kahir Bima\u003Cbr \/\u003E84. Akademi Manajemen Surya Mataram\u003Cbr \/\u003E85. Akademi Teknik Bima\u003Cbr \/\u003E86. STIKES Yahya Bima\u003Cbr \/\u003E87. Sekolah Tinggi Teknik Bima\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Nusa Tenggara Timur*\u003Cbr \/\u003E88. STKIP Indonesia Kupang\u003Cbr \/\u003E92. Universitas PGRI Kupang\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Kalimantan Selatan*\u003Cbr \/\u003E24. Akademi Kebidanan Martapura\u003Cbr \/\u003E28. Akademi Manajemen Koperasi Barabai\u003Cbr \/\u003E30. Sekolah Tinggi Bahasa Asing Dinamik\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Kalimantan Timur*\u003Cbr \/\u003E23. Akademi Teknologi Borneo\u003Cbr \/\u003E25. Akademi Bisnis Internasional Samarinda\u003Cbr \/\u003E26. Akademi Pariwisata Nasional Samarinda\u003Cbr \/\u003E27. ASMI KMPI Samarinda\u003Cbr \/\u003E29. STIE Prima Visi\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Sulawesi Barat*\u003Cbr \/\u003E68. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bina Bangsa Majene\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Sulawesi Selatan*\u003Cbr \/\u003E6. STAI Al-Amanah Jeneponto\u003Cbr \/\u003E53. Politeknik Internasional Indonesia Makassar\u003Cbr \/\u003E54. Akademi Kebidanan Gunung Sari Makassar\u003Cbr \/\u003E55. Akademi Kebidanan Graha Rabita Anugerah\u003Cbr \/\u003E56. Akademi Kebidanan Bambapuang Prima Persada\u003Cbr \/\u003E57. Akademi Keperawatan Pemda Sengkang\u003Cbr \/\u003E59. Akademi Teknik Otomotive Makassar\u003Cbr \/\u003E60. Akademi Pertambangan Makassar\u003Cbr \/\u003E61. Akademi Analis Kimia Yapika Makassar\u003Cbr \/\u003E63. ASMI Yapika Makassar\u003Cbr \/\u003E64. Akademi Pariwisata Dian Rana Rantepao\u003Cbr \/\u003E65. Akademi Pariwisata YPAG Makassar\u003Cbr \/\u003E66. Akademi Manajemen Perusahaan Makassar\u003Cbr \/\u003E67. STIKES Muhammadiyah Sidrap\u003Cbr \/\u003E69. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Yapika\u003Cbr \/\u003E71. Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Tamalatea Makassar\u003Cbr \/\u003E72. Sekolah Tinggi Teknik Mekongga Kolaka\u003Cbr \/\u003E73. Sekolah Tinggi Teknologi Dirgantara Makassar\u003Cbr \/\u003E78. Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Al Gazali Soppeng\u003Cbr \/\u003E79. Institut Kesenian Makassar\u003Cbr \/\u003E80. Universitas Indonesia Timur\u003Cbr \/\u003E83. Universitas Veteran Republik Indonesia\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Sulawesi Tenggara*\u003Cbr \/\u003E5. STAI Syarif Muhammad Raha, Muna\u003Cbr \/\u003E58. Akademi Parawisata Kendari\u003Cbr \/\u003E62. Akademi Bahasa Asing Barakati Kendari\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Sulawesi Tengah*\u003Cbr \/\u003E74. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Panca Bhakti Palu\u003Cbr \/\u003E82. Universitas Alkhairaat\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Sulawesi Utara*\u003Cbr \/\u003E70. STMIK Samudra Bitung\u003Cbr \/\u003E75. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Swadaya Manado\u003Cbr \/\u003E76. STMIK Matuari\u003Cbr \/\u003E77. Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Budi Utomo Manado\u003Cbr \/\u003E81. Universitas Sari Putra Indonesia Tomohon\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Maluku*\u003Cbr \/\u003E22. Universitas Darussalam Ambon\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E*Papua Barat*\u003Cbr \/\u003E4. STIT YAPIS Manokwari\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E(diolah dari berbagai sumber)"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/8567214748347615276\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/10\/daftar-kampus-di-jabar-nasional-yang_1.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/8567214748347615276"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/8567214748347615276"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/10\/daftar-kampus-di-jabar-nasional-yang_1.html","title":"Daftar Kampus Di Jabar dan Nasional Yang Ijazahnya Tak Bisa Ikut Tes CPNS 2016"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-vHc0U6uhGc4\/V-8aeFiwckI\/AAAAAAAABfc\/hCNyuiXS7j0\/s72-c\/%25255BUNSET%25255D.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-5361494666515086581"},"published":{"$t":"2016-09-28T02:41:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2016-09-28T02:44:28.175+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Bandung"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"}],"title":{"type":"text","$t":"Perpus Jalanan Bandung,pinjam buku cukup catat nama dan nomor HP"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\u003Cdiv xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/1999\/xhtml\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-nlxS5cBvEec\/V-rLZiWPriI\/AAAAAAAABbM\/Y4P-2Z3rxfQ\/s2560\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" onblur=\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"266\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-nlxS5cBvEec\/V-rLZiWPriI\/AAAAAAAABbM\/Y4P-2Z3rxfQ\/s400\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" style=\"display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESistem kepengurusan dan keanggotaan PerpusJalanan Bandung sangat cair dan longgar, berbedadengan aturan di perpustakaan umumnya. Orang yang ingin meminjam buku tidak perlu membuat kartu anggota, cukup dengan mencatat nama,  nomor handphone, tanpa dipungut biaya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Kami ingin beri keleluasaan buat orang pinjam buku. Tidak ingin memperlusit. Kami buka ruang selebar-lebarnya agar orang mudah mengakses buku,” jelas pengurus Perpus Jalanan Bandung, Indra (28) saat berbincang dengan Merdeka Bandung.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMeski dengan kelonggaran tersebut, risikonya banyak buku yang tidak kembali. “Kami membuat mudah orang mengakses. Risikonya banyak buku yang tidak balik lagi,” ujarpria yang sehari-hari kerja di perusahaan swasta ini sembari tertawa.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESistem keanggotaan yang cair juga membuat jumlah anggota sulit terdata. Dalam sekali ngelapak yang dilakukan di Taman Dago Cikapayang tiap akhir pekan, jumlah pengunjung antara 10 sampai 50 orang.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPada momen tertentu, Perpus Jalanan Bandungmenggelar acara yang menyelingi kegiatan perpus, yakni musik, workshop sablon, bagi-bagi buku gratis, pameran karya, hingga ngopi sambil diskusi. Semuanya dilakukan di Taman Dago-Cikapayang, tempat nongkrong anak-anak muda Bandung.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESaat peringatan ulang tahun Perpus Jalanan Bandung yang ke-6 pertengahan 2016 lalu, komunitas ini juga bagi-bagi hadiah. Indra menuturkan, ada salah satu pengurus yang sangat aktif mendukung kegiatan Perpus Jalanan Bandung.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESi pengurus tersebut membuat pembatas buku dari kolase, zine, dan marchendise untuk dibagikan gratis. Namun hadiah-hadiah tersebut penyimpanannya disatukan dengan lapak buku. Sehingga orang mengira buku-buku tersebut juga dibagikan gratis.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESekali lagi, kejadian kehilangan buku menjadi risiko perpustakaan. Dalam sekali ngelapak buku, komunitas ini membawa sekitar 200 buku.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDi sisi lain, kegiatan sukarela pegiat Perpus Jalanan Bandung banyakmenuai simpatik publik. Banyak pecinta literasi atau pegiat buku yang mendonasikan buku ke Perpus Jalanan Bandung.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPerpustakaan Jalanan Bandung akan terus bergerak mendekatkan ilmu pengetahuan melalui buku yang mereka lapak kepada siapa pun yang lewat setiap Sabtu di Taman Dago-Cikapayang.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Di era keterbukaan dan kebebasan berekspresi, siapa pun berhak mendapat ilmu pengetahuan. Mau mahasiswa, pengamen, pedagang asongan mereka berhak mengakses ilmu pengetahuan,” tandasnya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESumber: Merdeka\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/5361494666515086581\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/09\/perpus-jalanan-bandungpinjam-buku-cukup.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/5361494666515086581"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/5361494666515086581"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/09\/perpus-jalanan-bandungpinjam-buku-cukup.html","title":"Perpus Jalanan Bandung,pinjam buku cukup catat nama dan nomor HP"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-nlxS5cBvEec\/V-rLZiWPriI\/AAAAAAAABbM\/Y4P-2Z3rxfQ\/s72-c\/%25255BUNSET%25255D.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-4007272833069696539"},"published":{"$t":"2016-09-27T16:20:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2016-09-27T16:23:06.963+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Garut"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"}],"title":{"type":"text","$t":"Breaking News Garut: Hujan Tangis di Sekolah Tak Tertahan KetikaSiswa Garut Ceritakan Keluarga yang Terseret Banjir"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\u003Cdiv xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/1999\/xhtml\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-bjpHLDoo9p0\/V-o56pfs3XI\/AAAAAAAABaM\/cBWUkB26R0Q\/s2560\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" onblur=\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"345\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-bjpHLDoo9p0\/V-o56pfs3XI\/AAAAAAAABaM\/cBWUkB26R0Q\/s640\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" style=\"display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003ESesuai intruksi Bupati Garut, RudyGunawan, hari ini aktivitas belajarmengajar di semua sekolah harusdimulai. Pasalnya selama empat hari kegiatan belajar mengajar terhenti akibat banjir bandang.Pagi tadi pihak sekolah mulai melakukan pendataan para siswayang terkena banjir. Para siswa pun telah masuk ke dalam kelas agar bisa melakukan pembelajaran.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDimas bersama 123 siswa lainnya menjadi korban terdampak banjir bandang. Kedatangan Dimas ke sekolah membawa duka. Ibu, nenek dan tiga adiknya meninggal setelah banjir menerjang rumahnya di Kampung Lapang Paris, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul. Bahkan ibunya kini belum diketahui keberadaannya.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBahkan para guru tak kuasa menahan tangis saat mendengar curahan hati para siswa termasukDimas. Meski keluarganya menjadi korban meninggal, Dimasmasih tampak tegar.\"Disuruh wali kelas buat sekolah. Sekarang tinggal sama bibi. Peralatan sekolah sudah tidak ada terbawa air. Soalnya air sampai ke atap rumah,\" ujar Dimas di SMPN 3 Tarogong Kidul,Senin (26\/9\/2016).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ERifki (13), siswa kelas 8 juga sudah tak memiliki seragam. Hanya buku pelajaran yang tersisa karena rumahnya di Kampung Paris Dalam, Kelurahan Sukakarya, Kecamatan Tarogong Kidul hanya terendam sekitar satumeter.\"Seragam, tas, dan sepatu hanyut.Sekarang juga cuma pakai sandalcapit ke sekolah. Pokoknya mau belajat walau sudah tak punya seragam,\" ujar Rifki yang semua keluarganyaselamat.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EDwi Sulistiya Rini, salah seorang guru mengaku sedih melihat anakdidiknya tak memakai seragam. Bahkan para siswanya menangis dan menceritakan peristiwa yang dialami.\"Ada yang kehilangan orangtuanya, rumahnya hanyut, dan trauma dengan banjir. Walau sudah mulai belajar, tapi saya tetap ajak siswa untuk mencurahkan isi hatinya,\" kata Dwi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EKepala Sekolah SMPN 3 Tarogong Kidul, Haliman, menjelaskan dari 928 siswanya terdapat 123 orang yang terdampak. Semua siswa tersebutkehilangan peralatan sekolah.\"Mayoritas yang jadi korban itu yang rumahnya di sekitaran rumah sakit. Di hari pertama sekolah kami lakukan pendataan.Kami akan memanfaatkan hari ini(kemarin) agar kegiatan belajar dimulai,\" kata Haliman\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESumber : Tribunal Jabar\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/4007272833069696539\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/09\/breaking-news-garut-hujan-tangis-di.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/4007272833069696539"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/4007272833069696539"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/09\/breaking-news-garut-hujan-tangis-di.html","title":"Breaking News Garut: Hujan Tangis di Sekolah Tak Tertahan KetikaSiswa Garut Ceritakan Keluarga yang Terseret Banjir"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-bjpHLDoo9p0\/V-o56pfs3XI\/AAAAAAAABaM\/cBWUkB26R0Q\/s72-c\/%25255BUNSET%25255D.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-2341818620158904863"},"published":{"$t":"2015-01-16T10:06:00.000+07:00"},"updated":{"$t":"2015-01-16T10:06:54.109+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Bandung"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Pendidikan"}],"title":{"type":"text","$t":"Akhwat Tangguh Treveler Coba ‘Taklukan’ Alam"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\u003Cdiv class=\"separator\" style=\"clear: both; text-align: center;\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-fg1QKGw3250\/UN2ZW4Xtj1I\/AAAAAAAAA-w\/NF-_hXwS3UM\/s1600\/Akhwat+Tangguh.jpg\" imageanchor=\"1\" style=\"margin-left: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" src=\"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-fg1QKGw3250\/UN2ZW4Xtj1I\/AAAAAAAAA-w\/NF-_hXwS3UM\/s1600\/Akhwat+Tangguh.jpg\" height=\"326\" width=\"400\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003EBerita Jabar Online, BANDUNG-- Perempuan biasanya identik dengan bersolek, belanja, dan pergi ke salon. Namun, berbeda dengan perempuan atau akhwat-akhwat tangguh ini. Mereka menyebutnya ‘akhwatreveler’. Begitu nama kelompok yang mereka bentuk pada 2013. Bersama ketiga rekannya, Farah Qoonita, Gracety Shabrina, dan Ella, Dian Chairunnisa yang kerap disapa Dian mulai menapaki gunung-gunung tinggi di Indonesia.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003EMulanya, Akhwatraveler dicetuskan oleh Eci, sapaan Gracety. Kesamaan hobi untuk menjelajahi alam, membuat mereka mulai menjelajahi alam dan menjajaki gunung satu per satu. “Sudah pernah ke Semeru, Gede, Ujung Kulon, Pulau Seribu, Bromo, dan Baduy,” papar Dian.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003ENamun, tidak semua perjalan mereka lakoni bersama-sama. Terkadang hanya berdua bahkan pernah melakukan perjalanan sendiri.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003ESesuai dengan namanya, Akhwatraveler, mereka berempat adalah muslimah yang menggunakan hijab syar'i. Dalam menjalani hobi menjelajahi alam ini, mereka pun menggunakan pakaian yang syar'i.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003EMenurut Dian, hijab syar'i seperti tidak berpakaian ketat, dan memanjangkan kerudung hingga menutupi dada bukanlah hal yang perlu dikhawatirkan akan menghambat kegiatan mendaki gunung. “Jalan-jalan dengan pakaian syar'i justru lebih melindungi kita,” ujarnya.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003ESalah satu pegiat alam di Klub Aktivis Pegiat dan Pemerhati Alam di Fakultas Ilmu Komunikasi Unpad, Sri Oktika Amran juga mengamini hal tersebut. Akhwat yang memiliki hobi berarum jeram ini berpendapat, hijab bukanlah penghalang bagi seorang muslimah untuk melakukan kegiatan alam bebas.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003E“Nggak dong. Apalagi sekarang hijab bergo sudah banyak yang bisa dipakai untuk kegiatan di alam bebas,” ujar akhwat yang kerap disapa Tika ini. Tika mengaku, sudah pernah mengarungi beberapa sungai di Jawa. Di antaranya, Citarum, Cimanuk, Cipeles, dan Elo.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003EBerbeda halnya dengan Hella Pristiwaningsih, mahasiswa Jurusan Jurnalistik 2011 Unpad ini sempat mengaku ribet menggunakan hijab saat berkegiatan di alam bebas. “Soalnya gerah, gatal, ribet. Apalagi waktu itu ikut pertama kali baru pakai kerudung dan ikut ekspedisi ke Lawu,” ujar Hella.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003ENamun, lama kelamaan, dia menjadi terbiasa dengan hijabnya. Menurutnya, justru sekarang dirinya merasa bangga menggunakan hijab sembari menggeluti hobi naik gunung dan panjat tebing.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003EHella juga menambahkan, tak perlu takut terlihat lusuh atau jelek karena berkegiatan alam bebas. Oleh karena itu, Hella mulai mencoba tak hanya menggunakan kerudung bergo saat berkegiatan, tapi juga menggunakan kerudung pashmina. “Harus lebih stylish dong meskipun anak gunung,” tuturnya.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003EFarah Qoonita yang kerap disapa Qoon menambahkan tujuan Akhwatreveler dalam menjelajahi alam.\u0026nbsp; “Kami berkegiatan bersama sambil belajar, menunjukkan pada temen-temen kalau Muslimah tetep bisa kemanapun dengan tetap menjaga identitas muslimahnya,” ungkap Qoon.\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px; margin: 0px; padding: 0px;\" \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003ETidak hanya berpetualang, atau jalan-jalan, Qoon menambahkan, Akhwatraveler juga ingin berkontribusi dalam kegiatan sosial.\u0026nbsp; “Misalnya saat ke baduy, tidak hanya sekedar jalan-jalan, tapi juga menyumbangkan buku-buku kepada mereka. Jadi kita punya nilai kebermanfaatan,” ujarnya.\u0026nbsp;\u003C\/span\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003Cspan style=\"background-color: white; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 21px;\"\u003E[REP]\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/2341818620158904863\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2015\/01\/akhwat-tangguh-treveler-coba-taklukan.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/2341818620158904863"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/2341818620158904863"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2015\/01\/akhwat-tangguh-treveler-coba-taklukan.html","title":"Akhwat Tangguh Treveler Coba ‘Taklukan’ Alam"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/3.bp.blogspot.com\/-fg1QKGw3250\/UN2ZW4Xtj1I\/AAAAAAAAA-w\/NF-_hXwS3UM\/s72-c\/Akhwat+Tangguh.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});