// API callback
related_results_labels({"version":"1.0","encoding":"UTF-8","feed":{"xmlns":"http://www.w3.org/2005/Atom","xmlns$openSearch":"http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/","xmlns$blogger":"http://schemas.google.com/blogger/2008","xmlns$georss":"http://www.georss.org/georss","xmlns$gd":"http://schemas.google.com/g/2005","xmlns$thr":"http://purl.org/syndication/thread/1.0","id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870"},"updated":{"$t":"2021-07-21T21:25:05.168+07:00"},"category":[{"term":"Headline"},{"term":"sosial"},{"term":"Bandung"},{"term":"nasional"},{"term":"Garut"},{"term":"Sumedang"},{"term":"Pendidikan"},{"term":"Politik"},{"term":"ekonomi"},{"term":"Hukum"},{"term":"Bogor"},{"term":"Cirebon"},{"term":"Hankam"},{"term":"Muda"},{"term":"sukabumi"},{"term":"Tasikmalaya"},{"term":"Bekasi"},{"term":"Pangandaran"},{"term":"Ciamis"},{"term":"Cianjur"},{"term":"Karawang"},{"term":"Purwakarta"},{"term":"Cimahi"},{"term":"Depok"},{"term":"persib"},{"term":"Jabar"},{"term":"Majalengka"},{"term":"Subang"},{"term":"agama"},{"term":"jabar 3"},{"term":"jabar 4"},{"term":"Banjar"},{"term":"Indramayu"},{"term":"Priangan"},{"term":"olahraga"},{"term":"Haeadline"},{"term":"Unik"},{"term":"jabar 2"},{"term":"jabar 5"}],"title":{"type":"text","$t":"Berita Jabar Online"},"subtitle":{"type":"html","$t":"Informasi Seputar Jawa Barat"},"link":[{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#feed","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/posts\/default"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/-\/Majalengka?alt=json-in-script\u0026max-results=8"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/search\/label\/Majalengka"},{"rel":"hub","href":"http://pubsubhubbub.appspot.com/"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"generator":{"version":"7.00","uri":"http://www.blogger.com","$t":"Blogger"},"openSearch$totalResults":{"$t":"4"},"openSearch$startIndex":{"$t":"1"},"openSearch$itemsPerPage":{"$t":"8"},"entry":[{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-6516473520299317692"},"published":{"$t":"2016-10-10T23:57:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2016-10-11T00:01:50.749+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cirebon"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Headline"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Majalengka"}],"title":{"type":"text","$t":"Warga Majalengka Kesulitan Cari Premium di SPBU, Hilang Kemanakah Bbm bersubsidi?"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\u003Cdiv xmlns=\"http:\/\/www.w3.org\/1999\/xhtml\"\u003E\u003Ca href=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-RDYyyhkz6Ds\/V_vIhgbhfoI\/AAAAAAAABlc\/I6LL3oLIvs0\/s2560\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" onblur=\"try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}\"\u003E\u003Cimg border=\"0\" height=\"413\" src=\"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-RDYyyhkz6Ds\/V_vIhgbhfoI\/AAAAAAAABlc\/I6LL3oLIvs0\/s640\/%25255BUNSET%25255D.jpg\" style=\"display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center;\" width=\"640\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EWarga Majalengka, Jawa Barat mengeluh sulit mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) jenis premium. Beberapa pekan terakhir stok premium di sejumlah SPBU seperti dikurangi.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ESeperti pantaun Radar Majalengka (Jawa Pos Group) di jalur Cigasong-Sindangwangi. Dari tiga SPBU dan hanya dua SPBU yang masih menyediakan pompa premium. Itu juga jumlahnya hanya satu pompa khusus kendaraan roda dua dan satu pompa untuk kendaraan roda empat.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EBahkan di salah satu SPBU sama sekali sudah tidak menyediakan pompa premium. Yang lebih banyak pompanya saat ini untuk bensin jenis pertalite yang memiliki kandungan oktan 90, dan jenis pertamax dengan oktan 92.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EPadahal sebelumnya pompa bensin jenis premium dengan oktan 88 biasanya paling banyak mesin pompanya. Kondisi itu dikeluhkan Fadilah. Dia megaku kaget ketika hendak mengisi bensin di SPBU langganan dekat rumahnya tidak disediakan lagi mesin pompa yang melayani penjualan premium.\u003Cbr \/\u003ESehingga terpaksa dia mengisi bensin jenis pertalite, karena jarum indikator bensin di motornya sudah menyentuh garis merah.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMeskipun bensin jenis nonpremium memiliki harga yang tidak begitu jauh, namun bagi pekerja lapangan seperti dirinya yang sudah terbiasa memakai premium sedikit banyak bisa mempengaruhi jarak tempuh dan durasi waktu mengisi bensin.\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E“Kalau untung ruginya sih tidak seberapa, paling beda Rp500 per liter. Tapi yang jadi pengaruh dari jarak tempuhnya. Perasaan biasanya ngisi bensin motor Rp 20 ribu kepake buat tiga hari, tapi sekarang karena diisi selain premium jadi was-was takut kehabisan di jalan. Jadi langsung ngisi lagi keesokan harinya pas pulang kerja,” ujarnya, Sabtu (8\/10).\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E(RM091016)\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/6516473520299317692\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/10\/warga-majalengka-kesulitan-cari-premium.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/6516473520299317692"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/6516473520299317692"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2016\/10\/warga-majalengka-kesulitan-cari-premium.html","title":"Warga Majalengka Kesulitan Cari Premium di SPBU, Hilang Kemanakah Bbm bersubsidi?"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"https:\/\/lh3.googleusercontent.com\/-RDYyyhkz6Ds\/V_vIhgbhfoI\/AAAAAAAABlc\/I6LL3oLIvs0\/s72-c\/%25255BUNSET%25255D.jpg","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-6992620702938964341"},"published":{"$t":"2014-12-22T15:16:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2014-12-22T15:16:45.988+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cirebon"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"ekonomi"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Majalengka"}],"title":{"type":"text","$t":"Pasar Tradisional Ditarget PAD, Pasar Moderen Tidak, Kok Bisa?  "},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cp class=\"mobile-photo\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ypAJ30q1ZE4\/VJfRrVDy9TI\/AAAAAAAABAU\/aKoxHJxWdco\/s1600\/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGFzYXIuanBn%253F%253D-757238\"\u003E\u003Cimg src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ypAJ30q1ZE4\/VJfRrVDy9TI\/AAAAAAAABAU\/aKoxHJxWdco\/s320\/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGFzYXIuanBn%253F%253D-757238\"  border=\"0\" alt=\"\" id=\"BLOGGER_PHOTO_ID_6095571162986902834\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/p\u003EMAJALENGKA, Komisi B DPRD Majalengka mepertanyakan kontribusi pasar modern terhadap Pemerintah Kabupaten Majalengka, hal itu dipertanyakan karena dianggap tidak berdampak pada peningkatan ekonomi bagi masyarakat apalagi memberikan pendapatan bagi daerah. \u003Cbr\u003ESebaliknya menurut keterangan Dede Aif dari Komisi B DPRD Majalengka, serta Ali Imron dari FPPP empat pasar tradisional di Kabupaten Majalengka ditarget untuk menyetorkan Pendapatan Asli Daerah sebesar Rp 2,5 milyaran dari karcis pasar yang dikelola oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pasar. \u003Cp\u003ETarget pendapatan tersebut naik dibanding tahun sebelumnya yang hanya Rp 1,4 milyar, atau kenaikannya mencapai Rp 1,1 milyar.Kondisi tersebut sangat kontroversial bila dibandingkan dengan pasar modern yang tidak dibebani apapun oleh pemerintah, keuntungan murni untuk pemilik modal. \u003Cp\u003E\"Bila mengkaji persoalan tersebut nampaknya pemerintah tidak bersikap adil terhadap pedagang pasar tradisional, kewajiban mereka terus dituntut agar memberikan kontribusi terhadap pemerintah, sementara mart yang terus tumbuh dimana-mana lepas dari kewajibannya untuk ikut andil dalam membangun Majalengka,\" ungkap Dede Aif. \u003Cp\u003ESementara ini menurut Dede, pasar moderen seperti mart dan swalayan besar di Majalengka hanya memberikan kontribusi terhadap PAD dari sektor reklame yang nilainya tidak besar, serta Pajak Bumi Dan Bangunan yang juga nilainya tidak sebesar target PAD dari pasar tradisional. \u003Cp\u003EHarusnya tumbuhnya pasar modern di Majalengka yang dibangun hingga di tingkat desa bisa memberikan kontribusi bagi PAD atau masyarakat sekitar, tidak hanya menmgambil uang masyarakat untuk dibelanjakan di tokonya. \u003Cp\u003E\"Yang harus dipikirkan adalah bagaimana agar mart yang kini terus berdiri disetiap sudut kota dan desa juga bisa memberikan kontribusi terhadap pemerintah sama halnya dengan pasar tradisional. Disamping itu pemerintah juga harus memberikan hak-hak para pedagang tradisional, jangan hanya menuntut kewajibannya,\" ungkap Dede. \u003Cp\u003EItu diantaranya pemerintah bisa menyediakan pasilitas tempat yang nyaman bagi pedagang dan pembeli, atau memberikan bimbingan manajeman agar para pedagang dipasar tradisional juga bisa membuat pembukuan dagangannya dengan baik, serta bagaimana mengalola usaha yang baik dan sehat, agar pedagang tidak terus menerus terlilit utang kepada rentenir, seperti yang selama ini terjadi. \u003Cp\u003EAsep Saefudin dari FPKS , Ali Imron ataupun Dede menyatakan untuk mengatur persoalan tersebut pemerintah harus segera membuat peraturan daerah, agar mart bisa tetap mengembangkan pasarnya tanpa harus menganggu keberadaan pedagang pasar tradisional serta merekapun bisa memberikan kotribusi yang seimbang kepada pemerintah daerah. \u003Cp\u003ESebaliknya pedagang pasar tradisional juga merasa haknya terlindungi. Menurut mereka pendirian pasar modern baik mart ataupun maal harus diatur oleh sebuah peraturan daerah agar mereka tidak mendirikan pasarnya di tiap tempat, karena kondisi tersebut dianggap menganggu pendapatan pedagang pasar tradisional terutama yang berdagang klontong, atau yang barang dagangannya sama dengan mart. \u003Cp\u003EPedagang pasar tradisional tak mampu bersaing harga karena mereka membeli barang dari grosir sementara pedagang pasar modern membeli barang langsung dari pabrik atau distributor. Tak heran bila sekarang banyak pembeli yang lebih memilih berbelanja di pasar modern selain harga murah berbelanja juga nyaman. \u003Cp\u003EKepala Bidang Perdagangan di Dinas Perindustrian Pedagangan dan Koprasi Dudi Darajat menyatakan raerda pasar yang mengatur keberadaan pasar tradisional dan pasar modera sebetulnya sudah lama dibahas di DPRD namun belum disepakati menjadi sebuah Peraturan Daerah. \u003Cp\u003EKedepan dia berharap raperda tersebut bisa ditetapkan menjadi perda. Menyangkut bibingan manajemen, pihaknya juga pernah melakukan kerjasama dengan sebuah bank swasta, namun tidak dikkuti seluruh pedagang akibat keterbatasan waktu.(C-30\/A-108\/PR)***"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/6992620702938964341\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2014\/12\/pasar-tradisional-ditarget-pad-pasar.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/6992620702938964341"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/6992620702938964341"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2014\/12\/pasar-tradisional-ditarget-pad-pasar.html","title":"Pasar Tradisional Ditarget PAD, Pasar Moderen Tidak, Kok Bisa?  "}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-ypAJ30q1ZE4\/VJfRrVDy9TI\/AAAAAAAABAU\/aKoxHJxWdco\/s72-c\/%253D%253Futf-8%253FB%253FcGFzYXIuanBn%253F%253D-757238","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-340240517913306216"},"published":{"$t":"2014-12-20T09:12:00.003+07:00"},"updated":{"$t":"2014-12-20T09:12:45.198+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Cirebon"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Majalengka"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"sosial"}],"title":{"type":"text","$t":"Arti Mantan TKW 8 Tahun Pasrah Digerogoti Tumor Rahim, Bantu yuk"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\u003Cdiv class=\"content\" style=\"background-color: white; clear: both; color: #002361; font-family: Calibri, Helvetica, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 15px;\"\u003E\u003Cdiv class=\"field-item odd field-field-image\" style=\"clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cimg alt=\"TATI PURNAWATI\/\u0026quot;KC\u0026quot;\" class=\"imagecache imagecache-large imagecache-default imagecache-large_default\" src=\"http:\/\/www.pikiran-rakyat.com\/ffarm\/www\/imagecache\/large\/ffarm\/www\/2014\/12\/20\/191214pasrah.jpg\" style=\"border-bottom-color: rgb(204, 204, 204); border-bottom-style: solid; border-top-color: rgb(204, 204, 204); border-top-style: solid; border-width: thin 0px;\" title=\"ARTI (48) warga Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka penderita  tumor rahim berbaring di belakang rumahnya di tunggui tetangganya. Dia tak mampu berobat akibat kemiskinannya.*\" \/\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"field-item odd field-field-image\"\u003E\u003Cspan style=\"color: black;\"\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv class=\"field-item odd field-field-image\"\u003E\u003Cspan style=\"color: black;\"\u003EMAJALENGKA, \u0026nbsp;Arti (48), warga Desa Randegan Wetan, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka hanya bisa pasrah ketika tumor rahim yang terus mengerogoti tubuhnya sejak delapan tahun lalu. Dia tak mampu berobat akibat kemiskinannya.\u003C\/span\u003E\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003EArti kini hidup sendiri di rumahnya sejak bercerai dengan suaminya. Semenjak sakit, hidupnya mengandalkan belas kasihan tetangga dan familinya, karena Arti tak sanggup lagi bekerja mencari nafkah walapun hanya untuk menghidupi diri sendiri. Bahkan dia tak mampu bepergian sekedar ke rumah tetangga sekalipun, terlebih saat penyakitnya sedang terasa.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003EKondisi tubuhnya kurus, namun bagian perutnya buncit layaknya wanita yang sedang hamil tua, sementara kaki dan tangannya kecil.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003EMenurut keterangan Arti dan tetangga yang selama ini mengurusnya, Uci Winarsih, penyakit tumor rahim yang dideritanya mulai diketahui delapan tahun lalu, ketika Arti terkena penyakit diare disertai muntah-muntah. Itu terjadi sepulang menjadi Tenaga Kerja Indonesia di Arab Saudi.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003E“Saat menderita diare waktu itu saya memeriksakan diri ke dokter karena disertai muntah yang terus menerus, hasil pemeriksaan dokter selain penyakit diare juga diketahui ada benjolan di rahim yang diduga tumor,” ungkap Arti.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003EBenjolan tersebut semakin hari semakin besar, terlebih sekarang sudah berlangsung selama delapan tahun, bagian perutnya kini semakin membesar layaknya orang sedang hamil tua.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003EUang yang diperoleh dari hasil bekerja di Arab habis untuk berobat dan biaya hidup sehari-hari, karena sejak itu dia tak bisa bekerja ke sawah ataupun pekerjaan rumah tangga yang berat-berat.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003E“Semula pergi ke Arab menjadi TKW itu agar bisa menyelesaikan pembangunan rumah, nyatanya rumah tetap tak bisa diselesaikan, berobat juga tidak bisa tuntas, uang habis untuk makan dan pengobatan kecil,” ungkap Arti.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003EUci Winarsih tetangganya menyatakan, ketika penyakit menyerang, Arti hanya bisa mengerang merasakan rasa sakit, tetangga tak mampu memberikan bantuan lebih banyak selain memberikan makanan serta obat-obatan tradisional, karena bila harus ke dokter biaya cukup mahal tidak mungkin bisa ditanggung oleh Arti ataupun tetangga.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003E“Dia butuh pengobatan, hanya kami tak bisa membiayainya,” ungkap Uci.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003EMenurut Uci, walaupun Arti masuk kategori orang miskin tapi selama ini tak banyak menerima bantuan termasuk bantuan subsidi bahan bakar minyak yang dikucurkan pemerintah beberapa hari lalu. Kartu jaminan kesehatanpun Arti tidak memilikinya, bantuan yang diterimanya dari pemerintah hanyalah beras miskin yang hampir semua warga menerimanya, itupun jumlahnya sedikit hanya beberapa liter saja.\u003C\/div\u003E\u003Cdiv style=\"color: black; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 0.9em;\"\u003E“Kalau mungkin ada bantuan untuk dia agar bisa mengobati penyaklitnya.” Ungkap Uci.(Tati\/KC\/PR)***\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/340240517913306216\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2014\/12\/arti-mantan-tkw-8-tahun-pasrah.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/340240517913306216"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/340240517913306216"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2014\/12\/arti-mantan-tkw-8-tahun-pasrah.html","title":"Arti Mantan TKW 8 Tahun Pasrah Digerogoti Tumor Rahim, Bantu yuk"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"thr$total":{"$t":"0"}},{"id":{"$t":"tag:blogger.com,1999:blog-5810297885412316870.post-9020412106179756149"},"published":{"$t":"2014-11-27T21:15:00.001+07:00"},"updated":{"$t":"2014-11-30T04:17:49.443+07:00"},"category":[{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"Majalengka"},{"scheme":"http://www.blogger.com/atom/ns#","term":"sosial"}],"title":{"type":"text","$t":"Menderita Hydrocephalus Sejak Lahir Yuliawati, Badan Mengecil KepalaMembesar"},"content":{"type":"html","$t":"\u003Cdiv dir=\"ltr\" style=\"text-align: left;\" trbidi=\"on\"\u003E\u003Cdiv class=\"mobile-photo\"\u003E\u003Ca href=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6wC1k1lA8b0\/VHcyCnqhItI\/AAAAAAAAAlg\/RQuG9fU_EIY\/s1600\/%253D%253Futf-8%253FB%253FaGlkcm9zZWZhbHVzLmpwZw%253D%253D%253F%253D-738436\"\u003E\u003Cimg alt=\"\" border=\"0\" src=\"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6wC1k1lA8b0\/VHcyCnqhItI\/AAAAAAAAAlg\/RQuG9fU_EIY\/s320\/%253D%253Futf-8%253FB%253FaGlkcm9zZWZhbHVzLmpwZw%253D%253D%253F%253D-738436\" id=\"BLOGGER_PHOTO_ID_6086388442002957010\" \/\u003E\u003C\/a\u003E\u003C\/div\u003EMAJALENGKA- Yuliawati bayi berusia tujuh bulan, anak pertamapasangan Ihin Hindrian (39) dan Titi (32)warga Dusun Cikondang, RT 12 RW 04,Desa Kramatjaya, Kecamatan Malausma Kabupaten Majalengka menderita penyakit hydrocephalus sejak lair. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ETubuh bayi tersebut kecil, bagian kaki juga kecil, kelopak mata semakin kedalam,sementara bagian kepalanya hingga berukuran kurang lebih sebesar bola volipantai. Meski berat badannya sampai 4 kgnamun nampak tidak sehat. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EMenurut keterangan orang tuanya, Ihin Hindrian dan Titi, penyakit yang diderita anak tersebut sejak lahir, namun semula mereka tidak mengetahui kalau kepala besar yang terjadi pada anaknya tersebut akibat menderita penyakit. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Begitu lahir kepalanya sudah besar,namun kami pikir itu akan sembuh seiringberjalannya waktu. Lama kelamaanternyata bagian kepala semakinmembesar, ternyata itu adalah penyakit,\"ungkap Ihin. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003EIhin mengaku mengetahui penyakit yangdiderita anaknya hydrocephalus daribidan di desanya, yang memberitahukan beberapa hari setelah bayi tersebut lahir.Setelah itu anaknya segera dibawa ke Rumah Sakit untuk menjalani oprasi di sebuah Rumah Sakit di Cirebon dengan memanfaatkan BPJS. Usai menjalani oprasi bagian kepala kecil seimbang dengan kondisi tubuh lainnya. Namun setelah itu bagian kepala Yuliawati kembali membesar, karena cairan di kepala terus bertambah. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Yang saya tak tahan melihat anak saya ketika dia terus menangis, mungkin dia tak tahan merasakan rasa sakit,\" tutur Titi. \u003Cbr \/\u003EKuwu Desa Kramatjaya, Tatan Ciptan Soborin menyebutkan, untuk menangani penyakit yang diderita Yuliawati, pihaknya akan segera melakukan penggalangan dana lewat kenceng dari masyarakat.Karena pengobatannya tidka mungkin lagi dilakukan Ihin dan keluarga terkait keterbatasan ekonomi yang dimiliki ihin.Selama ini Ihin hanya bekerja serabutan yang penghasilnnya tidak jelas. \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\"Dia butuh bantuan untuk pengobatan bayinya, makanya kami rencananya akan melakukan pengumpulan dana dari masyarakat,\" ungkap Kuwu.(Tati\/PR)*** \u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003E\u003Cbr \/\u003ELive from BlackBerry® on esia max-d, Internet Max, Biaya Mini.\u003C\/div\u003E"},"link":[{"rel":"replies","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/feeds\/9020412106179756149\/comments\/default","title":"Posting Komentar"},{"rel":"replies","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2014\/11\/menderita-hydrocephalus-sejak.html#comment-form","title":"0 Komentar"},{"rel":"edit","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/9020412106179756149"},{"rel":"self","type":"application/atom+xml","href":"http:\/\/www.blogger.com\/feeds\/5810297885412316870\/posts\/default\/9020412106179756149"},{"rel":"alternate","type":"text/html","href":"http:\/\/www.beritajabaronline.co.vu\/2014\/11\/menderita-hydrocephalus-sejak.html","title":"Menderita Hydrocephalus Sejak Lahir Yuliawati, Badan Mengecil KepalaMembesar"}],"author":[{"name":{"$t":"Unknown"},"email":{"$t":"noreply@blogger.com"},"gd$image":{"rel":"http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail","width":"16","height":"16","src":"https:\/\/img1.blogblog.com\/img\/b16-rounded.gif"}}],"media$thumbnail":{"xmlns$media":"http://search.yahoo.com/mrss/","url":"http:\/\/1.bp.blogspot.com\/-6wC1k1lA8b0\/VHcyCnqhItI\/AAAAAAAAAlg\/RQuG9fU_EIY\/s72-c\/%253D%253Futf-8%253FB%253FaGlkcm9zZWZhbHVzLmpwZw%253D%253D%253F%253D-738436","height":"72","width":"72"},"thr$total":{"$t":"0"}}]}});